Piring Besi Steak Rahasia Steak yang Lezat dan Tahan Lama

piring besi steak

Piring besi steak bukan hanya sekadar wadah untuk menyajikan makanan, tetapi merupakan bagian penting yang mampu meningkatkan kualitas pengalaman bersantap. Bayangkan aroma steak panas yang masih mengepul di atas hot plate besi, disertai suara mendesis yang menggugah selera—semuanya tercipta berkat piring besi yang tepat.

Bagi restoran, kafe, maupun penyuka kuliner rumahan, memilih piring besi steak yang berkualitas adalah investasi cerdas. Material yang kuat, daya tahan panas tinggi, dan tampilan elegan menjadikan piring besi sebagai pilihan terbaik untuk penyajian makanan modern yang berkelas dan profesional.

Apa Itu Piring Besi Steak?

Apa Itu Piring Besi Steak?

Piring besi steak adalah peralatan saji yang terbuat dari cast iron (besi cor) yang dirancang khusus untuk mempertahankan panas dalam waktu lama.Ketika steak disajikan di atas piring besi, panasnya dapat tetap stabil sehingga daging tidak cepat dingin, menjaga cita rasa dan tekstur tetap sempurna hingga gigitan terakhir.

Keunggulan utama piring besi steak terletak pada kemampuannya dalam heat retention dan even heat distribution. Artinya, panas tersebar merata di seluruh permukaan piring, memungkinkan steak matang dengan sempurna dan tampil menggugah selera.

Selain itu, piring besi juga mampu menambah nilai estetika penyajian. Suara sizzling dan tampilan daging yang masih berasap menciptakan kesan profesional dan premium—sesuatu yang tidak dapat dicapai dengan piring keramik biasa.

Tidak heran jika banyak restoran modern dan hotel berbintang menggunakan piring besi steak sebagai standar penyajian mereka. Selain kuat dan tahan lama, piring ini juga memberikan pengalaman visual dan aroma yang membuat pelanggan ingin kembali lagi.

Proses Produksi Piring Besi Steak Berkualitas

Piring besi steak yang tahan lama dan mampu menjaga panas sempurna tidak terjadi secara kebetulan. Kualitas tersebut lahir dari proses produksi yang presisi dan terkontrol sejak tahap awal hingga akhir. Di balik tampilannya yang sederhana, piring besi steak melewati beberapa tahapan penting yang menentukan kekuatannya, ketahanan panas, serta keindahan permukaannya.

Tahap pertama adalah pemilihan bahan baku besi cor (cast iron) berkualitas tinggi. Besi cor dipilih karena memiliki struktur logam yang padat dan kemampuan menyimpan panas lebih lama dibanding bahan lain seperti stainless atau aluminium. Proses ini dilakukan dengan memastikan kadar karbon dan logam paduan lainnya sesuai standar agar piring besi mampu menahan suhu tinggi tanpa melengkung.

Selanjutnya, dilakukan proses pengecoran (casting process). Pada tahap ini, logam cair dimasukkan ke dalam cetakan khusus berbentuk piring steak. Proses pengecoran ini harus dilakukan pada suhu yang tepat agar hasil cetakan padat, tidak berpori, dan permukaannya halus.

Setelah melalui tahap pendinginan, piring besi diproses ke tahap finishing dan pelapisan pelindung (coating). Tujuannya adalah mencegah karat serta memperkuat daya tahan terhadap suhu ekstrem. Beberapa produsen, termasuk Futago Karya, melakukan proses seasoning awal menggunakan minyak alami untuk menciptakan lapisan anti lengket alami dan tampilan permukaan yang menghitam mengilap.

Langkah terakhir adalah pengujian kualitas. Setiap piring besi steak diuji daya tahannya terhadap panas, ketebalan, dan distribusi suhu agar memenuhi standar restaurant grade. Dengan melalui rangkaian proses produksi yang teliti dan terstandar, piring besi steak berkualitas tidak hanya menjadi alat saji yang kuat dan tahan lama, tetapi juga menjadi simbol profesionalisme dalam dunia kuliner.

Peran Piring Besi dalam Menjaga Suhu dan Tekstur Steak

Salah satu keunggulan paling menonjol dari piring besi steak adalah kemampuannya menjaga suhu panas dan mempertahankan tekstur daging tetap sempurna. Dalam dunia kuliner, suhu saji adalah elemen penting yang sering kali menentukan kesan pertama pelanggan.

Material besi cor (cast iron) memiliki sifat fisik unik yang membuatnya unggul dibandingkan bahan lain. Piring besi mampu menyerap panas secara merata dan menyimpannya lebih lama berkat struktur logamnya yang padat.

Selain itu, kemampuan heat retention piring besi juga membantu mempertahankan konsistensi rasa dan kelembutan steak. Daging tetap hangat, juicy, dan teksturnya tidak berubah hingga suapan terakhir.

Bagi pelaku usaha kuliner, hal ini memberi nilai tambah besar. Piring besi steak bukan sekadar alat saji, tetapi bagian dari strategi penyajian profesional yang mempengaruhi kepuasan pelanggan.

Keunggulan Piring Besi Steak

Menggunakan piring besi steak memiliki banyak keunggulan praktis dan estetis. Dari segi daya tahan panas, material besi cor mampu menahan suhu tinggi tanpa mengalami deformasi. Piring besi steak juga lebih tahan lama. Dengan perawatan sederhana seperti seasoning dan pembersihan teratur, piring ini bisa digunakan selama bertahun-tahun tanpa kehilangan kualitas.

Secara tampilan, piring besi steak memberikan kesan profesional dan mewah. Saat disajikan di atas meja dengan alas kayu pelindung, piring ini menjadi pusat perhatian dan meningkatkan nilai jual menu. Selain itu, piring besi steak juga serbaguna. Cocok untuk menyajikan ikan bakar, ayam panggang, sate, atau makanan berkuah kental.

Perbandingan Piring Besi vs Keramik dan Stainless Steel

Dalam dunia kuliner, terutama penyajian steak panas, pemilihan jenis piring bukan sekadar urusan estetika tetapi juga menentukan kualitas pengalaman makan. Tiga bahan yang paling umum digunakan adalah besi cor (cast iron), keramik, dan stainless steel.

1. Daya Hantar Panas dan Retensi Suhu

Piring besi dikenal dengan kemampuan menyimpan panas luar biasa lama, menjadikannya ideal untuk menjaga steak tetap hangat hingga gigitan terakhir. Piring keramik lebih lambat menghantarkan panas dan cepat mendingin, cocok untuk makanan ringan. Sedangkan stainless steel memiliki konduktivitas panas tinggi, namun tidak mampu mempertahankan suhu stabil seperti besi cor.

2. Daya Tahan dan Perawatan

Dari sisi ketahanan, piring besi jauh lebih tangguh dibandingkan keramik yang mudah retak. Stainless steel unggul dalam ketahanan korosi, tetapi efek panasnya tidak merata. Besi membutuhkan perawatan ekstra seperti pelapisan minyak, namun daya tahannya nyaris seumur hidup.

3. Estetika dan Kesan Visual

Piring besi memberikan kesan rustic dan elegan yang sering digunakan di restoran premium. Keramik menonjolkan tampilan artistik, sementara stainless steel menampilkan gaya modern dan minimalis. Namun, suara mendesis (sizzling effect) yang dihasilkan oleh piring besi panas menjadi nilai tambah tersendiri.

4. Efisiensi Penggunaan dan Nilai Investasi

Jika dilihat dari jangka panjang, piring besi memberikan nilai investasi terbaik karena awet dan multifungsi. Piring keramik lebih cocok untuk penyajian santai, sementara stainless steel unggul di kebersihan dan kemudahan pencucian. Namun bagi pengusaha kuliner yang ingin menonjolkan presentasi premium, besi tetap menjadi pilihan utama.

Efek Visual dan Sensorik Saat Menggunakan Piring Besi Steak

Salah satu alasan utama mengapa restoran premium memilih piring besi untuk menyajikan steak bukan hanya karena daya tahannya, tetapi juga karena pengalaman visual dan sensorik yang diciptakannya.

Begitu steak diletakkan di atas hot plate besi panas, muncul suara mendesis yang khas, aroma daging panggang yang menggugah selera, serta tampilan asap tipis yang menambah kesan dramatis di meja makan.

1. Sensasi Suara “Sizzling” yang Menggoda Selera

Efek suara sizzling dari piring besi bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga berperan penting dalam membangkitkan nafsu makan. Suara mendesis tersebut adalah tanda bahwa suhu permukaan piring ideal untuk menjaga kelembapan dan tekstur daging. Bagi pelanggan, momen itu memberikan pengalaman multisensori — mendengar, mencium, dan melihat sajian yang baru saja keluar dari dapur.

2. Tampilan Asap dan Warna Steak yang Lebih Menggoda

Ketika steak disajikan di atas piring besi panas, sedikit uap dan asap yang keluar memberikan kesan freshly grilled. Warna daging juga terlihat lebih hidup — kecokelatan di bagian luar dengan kontras menggoda pada bagian dalam yang masih juicy. Piring besi menjaga suhu merata, sehingga tampilan visual steak tetap menarik hingga akhir sajian tanpa terlihat pucat atau kering.

3. Aroma yang Menguatkan Pengalaman Sensorik

Selain suara dan tampilan, piring besi juga membantu memunculkan aroma steak yang khas. Suhu tinggi pada logam membantu minyak dan bumbu melepaskan aromanya secara perlahan. Kombinasi aroma mentega cair, daging panggang, dan saus panas menciptakan sensasi immersive dining experience yang sulit ditandingi bahan piring lain seperti keramik atau stainless steel.

4. Pengaruh Emosional dan Citra Premium Restoran

Bagi banyak pelanggan, first impression terhadap hidangan steak bukan dari rasa, melainkan dari suara, aroma, dan tampilan saat pertama kali disajikan. Efek visual yang ditawarkan piring besi menghadirkan drama penyajian yang memikat — menciptakan kesan mewah, profesional, dan autentik layaknya restoran bergaya barat. Karena itu, piring besi bukan hanya peralatan dapur, tapi juga bagian dari branding experience sebuah restoran.

Cara Memilih Piring Besi Steak yang Tepat

Tidak semua piring besi steak memiliki kualitas yang sama. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli, terutama bagi pelaku usaha kuliner yang mengutamakan kepuasan pelanggan.

  • Ketebalan dan berat piring. Piring yang terlalu tipis cenderung cepat dingin dan mudah melengkung. Idealnya, piring besi steak memiliki ketebalan minimal 5 mm agar mampu menahan panas lebih lama.
  • Lapisan anti karat (coating). Pilih piring dengan lapisan pelindung atau yang sudah melalui proses seasoning agar tidak mudah berkarat dan mudah dibersihkan.
  • Ukuran dan bentuk. Untuk steak individu, ukuran 25–30 cm ideal, sedangkan untuk menu platter, pilih yang lebih besar dengan tepi tinggi agar aman digunakan.
  • Alas kayu pelindung (wooden tray). Penting untuk keamanan dan tampilan elegan saat penyajian langsung di meja pelanggan.

Ketebalan dan Berat Ideal Piring Besi Steak

Dalam dunia kuliner profesional, ketebalan dan berat piring besi steak bukan hanya soal desain, tetapi menentukan kualitas penyajian dan daya tahan panas. Piring besi yang digunakan untuk menyajikan steak sebaiknya memiliki keseimbangan antara ketebalan logam dan bobot total agar suhu tetap stabil.

1. Ketebalan Ideal untuk Menahan Panas Lebih Lama

Ketebalan ideal piring besi steak berada di kisaran 0,8 hingga 1,2 cm. Ukuran ini memungkinkan permukaan besi menyimpan panas secara merata dan melepaskannya perlahan. Dengan ketebalan ideal, suhu steak dapat bertahan hingga 15–20 menit setelah disajikan.

2. Berat Ideal untuk Kenyamanan dan Keamanan Penyajian

Umumnya, berat piring besi steak berkisar antara 1 hingga 1,5 kilogram, tergantung ukuran dan materialnya. Berat yang terlalu ringan cepat kehilangan panas, sementara yang terlalu berat dapat menyulitkan penyajian. Pilih piring dengan bobot seimbang untuk stabilitas dan keamanan.

3. Keseimbangan antara Ketebalan dan Berat

Keseimbangan antara ketebalan dan berat menciptakan efisiensi termal dan ergonomis. Piring besi steak yang proporsional tidak hanya mempertahankan suhu tetapi juga mudah digunakan, menjadikannya unggul dibanding piring berbahan keramik atau stainless steel.

4. Tips Memilih Berdasarkan Ketebalan dan Berat

  • Ketebalan minimal 0,8 cm untuk retensi panas optimal.
  • Berat antara 1–1,5 kg agar tetap stabil di atas meja.
  • Lapisan finishing anti karat untuk umur pemakaian panjang.
  • Dilengkapi alas kayu atau handle tahan panas agar aman digunakan.

Tips Memastikan Piring Steak Tahan Lama dan Tidak Mudah Karat

Agar piring besi steak tetap awet, dibutuhkan perawatan yang tepat. Karena bahan logam rentan karat, langkah sederhana seperti pengeringan, pelapisan minyak, dan penyimpanan yang benar sangat penting.

1. Keringkan Setelah Dicuci

Segera keringkan piring besi setelah dicuci dengan kain lembut atau tisu kering. Hindari membiarkannya menetes secara alami karena kelembapan bisa menyebabkan karat.

2. Lapisi Permukaan dengan Minyak Tipis

Setelah kering, oleskan minyak goreng atau minyak zaitun tipis-tipis di permukaannya untuk melindungi dari udara dan kelembapan. Langkah ini juga menjaga kilau alami dan ketahanan panas.

3. Hindari Penggunaan Sabun Kimia Kuat

Gunakan sabun lembut atau air hangat dengan sedikit soda kue untuk membersihkan piring besi. Hindari spons kasar atau kawat gosok yang bisa merusak lapisan pelindung.

4. Simpan di Tempat Kering dan Tertutup

Simpan piring besi di tempat kering dan terlindung dari kelembapan. Gunakan silica gel di rak penyimpanan untuk mencegah karat. Penyimpanan yang baik memperpanjang umur pemakaian.

5. Lakukan Seasoning Secara Berkala

Lakukan proses seasoning secara rutin dengan cara memanaskan piring, mengoleskan sedikit minyak, lalu membiarkannya dingin alami. Teknik ini menciptakan lapisan pelindung alami agar piring tetap anti lengket dan bebas karat.

Perawatan Piring Besi Steak Agar Awet dan Tetap Mengkilap

Perawatan Piring Besi Steak Agar Awet dan Tetap Mengkilap

Salah satu alasan mengapa banyak restoran memilih piring besi steak adalah karena daya tahannya yang luar biasa. Namun, agar tetap awet dan tampil menarik, dibutuhkan perawatan yang benar.

Langkah pertama adalah membersihkan piring sesegera mungkin setelah digunakan. Jangan biarkan sisa makanan menempel terlalu lama karena dapat menimbulkan karat. Gunakan spons lembut dan air hangat tanpa deterjen keras agar lapisan pelindung tidak rusak.

Langkah kedua, keringkan dengan sempurna. Piring besi tidak boleh dibiarkan lembap karena dapat menyebabkan karat. Setelah dicuci, panaskan sebentar di atas kompor untuk memastikan benar-benar kering.

Ketiga, lakukan seasoning rutin. Oleskan sedikit minyak goreng pada permukaan piring dan panaskan selama beberapa menit. Proses ini menciptakan lapisan alami anti lengket sekaligus memperkuat perlindungan dari oksidasi.

Dengan perawatan rutin, piring besi steak bisa bertahan hingga puluhan tahun. Bahkan, dalam jangka panjang, tampilannya justru semakin indah karena mengilap alami dan berkarakter klasik yang tidak dimiliki bahan lain.

Teknik Seasoning untuk Piring Besi Steak

Bagi pecinta kuliner atau pemilik restoran, memahami teknik seasoning piring besi steak adalah langkah penting agar piring tetap awet, tidak mudah berkarat, dan tahan panas lebih lama. Seasoning merupakan proses pelapisan logam menggunakan minyak untuk membentuk perlindungan alami pada permukaan besi, yang membantu mencegah oksidasi sekaligus membuat piring tidak mudah lengket saat digunakan.

Teknik ini umum diterapkan pada cast iron pan dan kini menjadi standar perawatan pada piring steak besi cor untuk menjaga kualitas tampilan serta performanya di dapur profesional.

1. Mengapa Seasoning Penting untuk Piring Besi Steak

Piring besi memiliki sifat konduktor panas yang sangat baik, namun juga mudah bereaksi dengan udara lembap jika tidak dilapisi pelindung. Di sinilah seasoning berperan.
Lapisan minyak yang dipanaskan akan mengalami oksidasi ringan dan berubah menjadi lapisan hitam pelindung alami. Lapisan ini mencegah karat, meminimalkan risiko lengket, serta memperindah tampilan piring.

Selain itu, seasoning juga membuat piring lebih mudah dibersihkan setelah digunakan menyajikan steak panas yang mengandung lemak dan bumbu.

2. Langkah-Langkah Melakukan Seasoning dengan Benar

  1. Cuci dan keringkan piring besi hingga benar-benar bebas air.
  2. Oleskan minyak tipis merata di seluruh permukaan, baik bagian atas maupun bawah. Gunakan minyak goreng, minyak sayur, atau minyak zaitun.
  3. Panaskan piring besi di atas kompor atau oven dengan suhu sedang selama ±10–15 menit agar minyak menempel sempurna.
  4. Biarkan piring dingin secara alami, lalu simpan di tempat kering.
  5. Ulangi proses ini setiap 1–2 bulan sekali agar lapisan tetap kuat dan tampilan piring selalu prima.

3. Kesalahan Umum Saat Melakukan Seasoning

  • Mengoleskan minyak terlalu tebal hingga menimbulkan residu lengket.
  • Tidak mengeringkan piring dengan sempurna sebelum proses seasoning.
  • Menggunakan suhu terlalu tinggi yang membuat minyak gosong.

Dengan menghindari kesalahan tersebut, lapisan seasoning bisa bertahan lebih lama dan bekerja optimal dalam menjaga daya tahan piring besi steak.

4. Manfaat Jangka Panjang dari Seasoning yang Rutin

Piring besi yang dirawat dengan seasoning secara rutin akan lebih awet, tampak mengilap alami, serta memiliki permukaan licin yang nyaman untuk penyajian steak.
Selain itu, lapisan seasoning juga berperan dalam meningkatkan konduktivitas panas, sehingga suhu steak tetap merata dari tengah hingga tepi piring.

Dalam jangka panjang, piring besi yang terawat baik tidak hanya memberikan kesan profesional, tapi juga menghemat biaya perawatan restoran karena umur pakainya jauh lebih panjang.

Kesalahan Umum dalam Merawat Piring Besi Steak

Merawat piring besi steak tidak hanya soal mencuci dan menyimpannya dengan benar. Banyak orang yang tanpa sadar justru mempercepat proses karat, merusak lapisan seasoning, atau bahkan mengubah kemampuan piring dalam mempertahankan panas. Kesalahan-kesalahan kecil ini dapat mengurangi kualitas sajian steak, baik dari tampilan maupun cita rasa.

Agar piring besi Anda tetap awet, tahan lama, dan tampil profesional seperti di restoran, penting untuk memahami apa saja kesalahan umum yang sering dilakukan saat merawat piring hot plate steak dan bagaimana cara menghindarinya.

1. Mencuci dengan Sabun yang Terlalu Kuat

Salah satu kesalahan paling umum adalah mencuci piring besi menggunakan sabun pencuci piring yang terlalu keras. Sabun seperti ini dapat menghilangkan lapisan seasoning alami yang berfungsi sebagai pelindung dari karat.
Gunakan air hangat dan sedikit garam kasar atau baking soda sebagai pembersih alami. Cara ini menjaga permukaan besi tetap bersih tanpa merusak lapisan pelindungnya.

2. Merendam Piring Terlalu Lama di Air

Besi dan air adalah kombinasi yang berbahaya jika dibiarkan terlalu lama. Merendam piring besi di air dapat memicu korosi dan bintik karat.
Jika ada sisa makanan yang menempel, cukup siram air panas dan gosok perlahan dengan spons atau sikat lembut.

3. Tidak Mengeringkan dengan Benar Setelah Dicuci

Setelah dicuci, piring besi harus segera dikeringkan menggunakan kain lembut atau handuk dapur. Membiarkan air menetes di permukaan besi dapat meninggalkan bercak karat.
Panaskan piring sebentar di atas kompor untuk memastikan tidak ada sisa air yang tertinggal.

4. Melewatkan Proses Seasoning Ulang

Seasoning bukan hanya dilakukan di awal pembelian. Piring besi perlu seasoning ulang secara berkala untuk menjaga lapisan pelindung dan membuatnya tetap anti lengket.
Banyak pengguna yang mengabaikan langkah ini, sehingga piring menjadi cepat kusam dan mudah berkarat.

5. Menyimpan di Tempat Lembap atau Tertutup Tanpa Ventilasi

Kelembapan adalah musuh utama logam besi. Menyimpan piring steak di area lembap atau di dalam wadah tertutup tanpa sirkulasi udara dapat menyebabkan embun dan karat.
Sebaiknya simpan di tempat yang kering dan beri sedikit lapisan minyak sebelum disimpan untuk perlindungan ekstra.

6. Menggunakan Peralatan Logam di Atas Piring Besi

Banyak orang menggunakan pisau tajam atau spatula logam di atas piring besi, padahal hal ini bisa menggores permukaan dan mengikis lapisan seasoning.
Gunakan peralatan dari kayu atau silikon agar piring tetap halus dan bebas goresan.

7. Tidak Membersihkan Sisa Minyak atau Lemak Setelah Pemakaian

Sisa minyak yang dibiarkan terlalu lama dapat menumpuk dan membuat permukaan piring menjadi lengket atau berminyak berlebih.
Setelah digunakan, pastikan piring dibersihkan dari lemak menggunakan kain lembap sebelum dicuci seperti biasa.

Piring Besi Steak Investasi Kecil untuk Kualitas Sajian yang Tak Tertandingi

Bayangkan aroma steak panas yang disajikan di atas piring besi steak yang masih mendesis. Suhu yang stabil menjaga daging tetap juicy, tampilannya menggugah selera, dan sensasi makannya pun terasa mewah — seperti menikmati hidangan di restoran premium.

Setiap piring besi yang dirawat dengan benar bukan hanya alat saji, tapi simbol profesionalisme dan cita rasa. Daya tahannya yang tinggi, kemampuannya menahan panas, serta tampilannya yang elegan menjadikannya pilihan utama bagi banyak chef dan pelaku usaha kuliner.

Kini saatnya Anda menghadirkan kualitas serupa ke meja makan atau dapur usaha Anda. Dengan piring besi steak berkualitas dari Futago Karya, Anda tak hanya menyajikan makanan, tapi juga pengalaman kuliner yang mengesankan setiap kali disajikan.

Jangan tunggu sampai pelanggan Anda menyadarinya lebih dulu! Tingkatkan standar penyajian Anda dengan piring besi steak yang awet, elegan, dan dirancang untuk kesempurnaan rasa. Hubungi Futago Karya sekarang dan temukan piring besi terbaik untuk mendukung cita rasa dan tampilan hidangan Anda.

FAQ seputar Piring Besi Steak

1. Apa keunggulan utama piring besi steak dibanding bahan lain seperti keramik atau stainless steel?

Piring besi steak unggul dalam kemampuan menahan dan mendistribusikan panas secara merata, membuat steak tetap hangat hingga gigitan terakhir. Selain itu, tampilannya yang klasik dan daya tahannya yang tinggi membuatnya lebih awet dibanding piring berbahan keramik atau stainless steel biasa.

2. Apakah piring besi steak mudah berkarat?

Tidak, selama dirawat dengan benar. Kunci utamanya adalah menjaga piring tetap kering dan melakukan seasoning rutin untuk membentuk lapisan pelindung alami. Lapisan ini mencegah oksidasi serta membuat piring tidak mudah lengket.

3. Bagaimana cara melakukan seasoning pada piring besi steak?

Cuci dan keringkan piring besi, lalu olesi minyak tipis di seluruh permukaan dan panaskan sekitar 10–15 menit. Ulangi proses ini setiap 1–2 bulan untuk menjaga tampilan mengilap, anti karat, dan siap digunakan kapan pun Anda ingin menyajikan steak panas menggoda.

4. Apakah piring besi steak cocok digunakan untuk restoran maupun rumah tangga?

Sangat cocok! Piring besi steak dirancang untuk penggunaan profesional maupun personal. Bagi restoran, tampilannya menambah nilai estetika penyajian, sementara bagi rumah tangga, ketahanannya membuat investasi ini bernilai jangka panjang.

5. Bagaimana cara merawat piring besi steak agar awet dan tidak mudah rusak?

Gunakan spons lembut saat mencuci, hindari sabun keras, jangan merendam terlalu lama, dan pastikan piring benar-benar kering sebelum disimpan. Simpan di tempat kering dengan sedikit olesan minyak agar permukaannya tetap terlindungi dari karat.